Kurma sering disebut sebagai "Buah Nabi", karena merupakan makanan yang banyak disebut dalam kitab suci dan dikonsumsi sejak zaman dahulu. Buah ini mengandung karbohidrat sederhana yang mudah dicerna disamping kalium dan magnesium yang membantu mengembalikan keseimbangan elektrolit tubuh setelah kehilangan cairan saat puasa. Kurma juga mengandung serat tinggi yang membantu sistem pencernaan agar tetap sehat setelah perut kosong seharian.
Kurma memang identik dengan bulan puasa, terutama di kalangan umat muslim. Kurma merupakan makanan yang dianjurkan untuk berbuka puasa karena kandungan gulanya yang tinggi yang dapat menggantikan asupan kalori yang hilang selama berpuasa. Buah yang berasal dari Timur Tengah ini termasuk ke dalam tanaman palma. Pohon kurma memiliki tinggi sekitar 1.5 m dengan buah yang dihasilkan biasanya memiliki panjang 37 cm dan berdiameter 23 cm dengan biji tunggal. Buah kurma dibagi menjadi 3 golongan utama, yaitu golongan lunak, semi kering dan kering. Buah kurma dikenal sebagai kudapan saat berbuka puasa yang dipercaya memiliki khasiat diantaranya untuk mengatasi anemia, meningkatkan stamina, meningkatkan kesuburan, dan manfaat lainnya.
Manfaat Kurma Bagi Kesehatan
- Kaya akan nutrisi dan serat. Kurma mengandung gula alami tinggi (sekitar 70%), vitamin (seperti vitamin C, B1, B2, A, niasin), danmineral (kalsium, besi, magnesium, potasium, zinc). Kandungan seratnya membantu memberikan efek kenyang dan memperbaiki sistem pencernaan tubuh. Selain itu, serat yang terdapat dalam kurma juga berfungsi untuk menurunkan level kolesterol dalam tubuh.
- Sifat antioksidan dan antialergi. Kurma memiliki sifat antioksidan, antimikroba, antimutagenik, antikanker, dan antialergi. Buah kurma mengandung senyawa metabolit polifenol yang tinggi yang salah satu fungsinya adalah sebagai antialergi. Beberapa senyawa polifenol yang terdapat dalam buah kurma, yaitu pelargonin, asam protocatechuic, asam klorogenat, asam kafeat, asam syringic dan asam ferulat. Salah satu khasiat senyawa polifenol adalah sebagai antialergi. berpotensi sebagai agen antialergi yang berguna dalam produk farmasi dan nutraseutikal berbasis bahan alam.
- Pengganti gula alami. Kurma dapat digunakan sebagai bahan pengganti gula yang aman untuk kesehatan. Dalam biokimia, gula dikenal sebagai monosakarida, yang merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Gula terdiri dari glukosa, fruktosa, dan galaktosa, yang semuanya dapat digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi.
- Manfaat biji kurma. Tidak hanya daging buahnya, biji kurma juga dapat diolah menjadi minuman, seperti kopi biji kurma, yang memiliki berbagai manfaat kesehatan.
Perbanyakan kurma dapat dilakukan melalui biji, anakan, atau kultur jaringan.
- Biji: Dapat diperoleh dari pasar atau buah yang dikonsumsi. Metode ini lebih murah tetapi tidak bisa menentukan jenis kelamin tanaman dan sifatnya bisa berbeda dari induknya.
- Anakan: Diperoleh dari tanaman induk, meskipun tidak semua induk menghasilkan anakan. Anakan lebih sering muncul dari tanaman jantan.
- Kultur Jaringan: Menghasilkan varietas unggul dengan jenis kelamin yang dapat ditentukan. Namun, harganya mahal (sekitar Rp 650.000 per tanaman) dan peredarannya masih terbatas, terutama di pekarangan masjid.
Benih Kurma
Hingga kini, benih kurma kultur jaringan masih diimpor, terutama dari Inggris dan Prancis. Proses impornya mengikuti prosedur tanaman hortikultura lain dan dapat diajukan secara online melalui simpel.pertanian.go.id.
Penyerbukan Kurma
Kurma memerlukan proses penyerbukan antara serbuk sari dan kepala putik. Jika tidak, bunga betina akan rontok. Satu pohon jantan dapat menyerbuki 20–25 pohon betina. Langkah-langkahnya:
- Siapkan bunga jantan dan ikat bunga betina dengan daun kurma.
- Potong ujung bunga betina sekitar 5 cm untuk merangsang pertumbuhan buah.
- Serbuk sari ditaburkan ke bunga betina dengan cara dipukul-pukul atau menggunakan kuas.
- Tutup bunga betina dengan kertas minimal 4 jam setelah penyerbukan.
- Hasil penyerbukan terlihat dalam satu bulan—bunga betina yang berhasil akan berwarna hijau. Untuk perlindungan, buah ditutup dengan waring hingga panen.
Panen kurma di Indonesia berbeda dengan di negara asalnya. Di Indonesia, kurma hanya dapat dipanen sebagai buah segar pada usia 150 hari, sedangkan di negara asalnya, panen dilakukan pada 200 hari, menghasilkan kurma kering berwarna hitam atau coklat. Perbedaan ini disebabkan oleh tingkat kelembaban yang tinggi di Indonesia, yang menyebabkan kurma membusuk jika dibiarkan hingga usia 200 hari, sehingga tidak layak dikonsumsi.
Dengan kandungan nutrisi dan sifat terapeutiknya, kurma tidak hanya lezat tetapi juga memberikan berbagai manfaat kesehatan yang berharga.
Sumber:
- Wardhani, A.P. Manfaat buah kurma sebagai kudapan berbuka puasa. https://repository.pertanian.go.id/server/api/core/bitstreams/d430f2e3-059e-44b6-8bf7-7e14e23fcc7e/content
- Puspitasari, A. (2024). Manfaat buah kurma. https://bbppbinuang.bppsdmp.pertanian.go.id/artikel/manfaat-buah-kurma-sebagai-kudapan-berbuka-puasa
- Sembiring, E.R., Trivana, L. (2023). Potensi buah kurma sebagai anti alergi. Warta BSIP Perkebunan, 1(1): 10-12. https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/wartabun/article/view/1502/2208
- Manfaat kopi biji kurma https://pustaka.setjen.pertanian.go.id/index-berita/manfaat-kopi-biji-kurma?utm_source=chatgpt.com
- Fakta Unik Penanaman Kurma di Indonesia https://hortikultura.pertanian.go.id/fakta-unik-penanaman-kurma-di-indonesia/