Protein hewani yang terkandung dalam telur dan susu merupakan zat yang penting bagi tubuh manusia karena mengandung asam amino esensial yang bermanfaat bagi pertumbuhan, meningkatkan metabolisme tubuh serta pembakaran energi. Telur dan susu dengan kualitas buruk dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Selain itu telur dan susu yang beredar di pasaran tidak semuanya dalam kondisi layak untuk dikonsumsi. Karena itu, penting memilih dan memilah untuk memastikan produk pangan asal hewan memenuhi kriteria aman, sehat, utuh, halal dan berdaya saing dalam rangka melindungi kesehatan.
Telur
Telur konsumsi adalah telur yang berasal dari unggas sehat. Jenis-jenis telur konsumsi, di antaranya telur bebek warna biru, telur ayam lokal/buras warna putih kecoklatan, telur ayam arab warna putih, telur ayam ras warna coklat, Selain itu, telur ayam bibit/telur tetas warna putih kecoklatan telur ayam bibit/telur tetas umur 1 hari, dan telur ayam bibit/telur tetas umur 4 hari.
Mengetahui ciri-ciri telur ayam yang baik penting diketahui untuk memastikan produk pangan hewani yang dikonsumsi aman dan sehat. Ciri-ciri telur ayam yang baik, antara lain warna kerabang sesuai jenis unggas, seragam, bentuk normal, permukaan halus, dan mengkilap. Selain itu, bersih, tidak ada kotoran (kotoran ayam, noda hitam, pengapuran), tidak retak, dan kerabang telur mengkilap tidak suram. Hindari membeli telur dengan kondisi berikut: ada kotoran ayam yang menempel, bercak darah, keretakan pada kerabang telur, mengalami pengapuran dengan tanda permukaan kasar, dan terdapat noda putih pada permukaan kerabang telur.
Perbedaan telur ayam baru dan lama
Pada telur ayam baru batas antara putih telur tebal dan tipis terlihat jelas, tidak terdapat bercak darah atau benda asing pada putih telur, bentuk kuning telur bulat, dan posisi di tengah dari putih telur yang tebal. Sedangkan pada telur ayam lama batas antara putih telur tebal dan tipis tidak jelas, terdapat bercak darah atau benda asing pada putih telur, bentuk kuning telur tidak bulat, dan posisi agak ke pinggir.
Tips Penanganan dan Penyimpanan Telur Konsumsi
- Pisahkan telur yang bersih dan kotor, besar kecil, retak tidak retak, baru dan lama.
- Cuci kerabang telur yang kotor dengan air bersih tanpa disikat, lalu keringkan.
- Simpan di baki/tray telur dan atau lemari pendingin (7°C-10°C) dengan posisi bagian tumpul berada di atas
- Gunakan telur yang lebih lama disimpan dibandingkan dengan telur yang baru.
- Masa simpan telur di suhu ruang selama 15 hari, di lemari pendingin 30 hari.
Susu
Susu mentah (raw milk) adalah susu yang diperah dari ambing sapi sehat tanpa dikurangi atau ditambah apapun dan belum diperlakukan kecuali pendinginan. Ciri-ciri susu mentah (segar) yang baik, yaitu warna putih kekuningan, tidak ada bagian yang terpisah (homogen), bau tidak menyimpang (tidak berbau asam, amis, dan kandang), konsistensi tidak encer, bersih (tidak ada kotoran), dan susu dalam kondisi dingin (4 °C-10 °C)
Beberapa jenis pemalsuan susu
- Penambahan air: warna berubah menjadi kebiruan, berat jenis turun (kurang dari 1.0250 g/ml), konsistensi lebih encer.
- Penambahan skim milk: berat jenis naik, kadar lemak turun, kadar bahan kering naik.
- Penambahan santan: warna berubah menjadi lebih kuning, susu berbau santan, dengan mikroskop terlihat butiran lemak nabati yang ukurannya lebih besar dari lemak hewan.
Tips Penanganan dan Penyimpanan Susu Mentah
Pada tingkat peternakan dan pengumpul : susu ditampung pada wadah terbuat dari stainless steel yang bersih, tidak menggunakan wadah plastik, dan mudah berkarat. Susu tidak disimpan dalam ruang yang berbau dan kotor. Susu harus didinginkan sesegera mungkin (4°C-10°C)
Penanganan di tingkat konsumen: susu segera dipanaskan sampai mendidih. Bila tidak langsung dikonsumsi, susu yang sudah dipanaskan harus disimpan dalam lemari pendingin maksimum 2 hari. Susu yang sudah menunjukkan perubahan fisik (bau, pecah, menggumpal, berlendir, berubah warna) tidak boleh dikonsumsi.
Pemahaman yang baik akan ciri-ciri produk pangan asal hewani yang berkualitas dan layak konsumsi serta memilih produk tersebut dengan cerdas diharapkan dapat menjamin produk asal hewan yang akan dikonsumsi aman, sehat, dan bermanfaat bagi kesehatan. (WD 2025)
Sumber:
Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan (2022). Cara pintar pilih pangan asal hewan.
https://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/20740
Lanniari, N. (2023). Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara. https://web.bbpkh.id/artikel/cerdas-memilih-bahan-pangan-asal-hewan/